Rabu, 25 November 2015

PEMANFAATAN IPTEK PADA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

A.IPTEK
1.  Pengertian IPTEK
Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.

2.   Jenis-jenis IPTEK Menurut Bidangnya
a.    Iptek Bidang Energi
Tidak bisa disanggah lagi kalau diera kini, segala aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat ketergantungan kepada ketersediaan energy. Hampir disemua sector kegiatan, energy menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu penggunaan iptek akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan bidang energi

b.    Iptek Bidang Sumber Daya Alam
Teknologi yang dikembangkan untuk menjaga sumber daya alam yang terdapat di lingkung sekitar kita agar terkelola dengan baik serta menjaga kualitan dan kuantitasnya sampai jangka waktu yang panjang.

c.    Iptek Bidang Industri
Teknologi yang dijalankan dengan proses produksi, yang mana industry wajib menerapkan produksi bersih untuk memanimalisasi dan mengendalikan limbah yang terbentuk. Dapat dilakukan dua cara mengendalikan bahan baku dan hasil produksi dengan mengurangi jumlah bahan berbahaya dan beracun; mengendalikan proses produksi seefesien mungkin, baik dalam pemakaian energy ataupun bahan baku yang berdampak pada biaya operasional dan kualitan produk.

d.   Iptek Bidang Pertanian
Penggunaan teknologi dalam pertanian adalah berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya organic, pengolahan industry hilir, penanganan dan pemanfaatan limbah, tataguna air dan teknologi informatika untuk pemasaran.

e.    Iptek Bidang Kesehatan
Iptek yang mencakup usaha peningkatan pelayanan kesehatan, bidang farmasi, dan keluarga berencana. Salah satunya memanfaatkan iptek nuklir dalam bidang kesehatan.

 2.  Dampak Positif dan Negatif yang Ditimbulkan dengan Adanya IPTEK
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.
Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang :
a.        Bidang informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain :
1) Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet
2) Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone, dll.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain :
1)     Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas). Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
b.    Bidang ekonomi dan industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain :
1)     Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2)    Terjadinya industrialisasi
3)     Produktifitas dunia industri semakin meningkat
c.    Bidang sosial dan budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
1)     Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara. Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan  semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
2)    Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya :
1)     Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani, dll.
d.   Bidang pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :
1)     Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
2)    Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain. Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain :
1)     Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Dll
e.    Bidang politik
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
B. IPTEK DAN LINGKUNGAN HIDUP
1.   Hubungan antara Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan IPTEK
      Berdasarkan UU No. 23 tahun 1997, pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatab, pengembangan pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
      Untuk memahami lingkungan hidup dan permasalahannya, dibutuhkan ilmu pengetahan (sains) dan teknologi. Sains berasal dari bahasa Latin yang berarti “mengetahui”, namun tidak hanya diartikan sekadar “mengetahui”, tetapi pengetahuan ini diatur dengan cara metodis, logis, dan sistematis.
Metodis : Pengetahuan diperoleh dengan menggunakan cara kerja yang terperinci dan telah ditentukan sebelumnya.
Logis  : Artinya, proposisi-proposisi (pernyataan) yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan rasional sehingga dapat ditarik keputusan yang rasional pula.
Sistematis : Pengetahuan tersebut merupakan satu kesatuan yang mandiri dari hal-hal yang saling berhubungan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Suatu ilmu pengetahuan diperoleh melalui langkah-langkah sistematis sebagai berikut :
1.    Perumusan masalah
2.    Menentukan kesimpulan sementara (hipotesis) yang bersifat kualitatif
3.    Merancang metodologi penelitian
4.    Menguji hipotesis yang telah dibuat melalui penelitian
5.    Menarik kesimpulan dari hasil penelitian
6.    Menginformasikan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat.
Sains terbagi ke dalam beberapa bidang yang terpisah, namun saling berkaitan satu sama lain. Misalnya, kita ingin mempelajari kehidupan masa prasejarah, kita harus mempelajari ilmu-ilmu seperti biologi (tentang makhluk hidup), kimia (brhubungan dengan interaksi unsur-unsur dan senyawa-senyawa), dan geologi (ilmu tentang bumi). Sains mengalami perkembangan yang sangat berarti dan berkorelasi dengan perkembangan teknlogi. Walaupun mengalami perkembangan, penerapan sains mengalami kesenjangan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. Akibatnya, penguasaan teknologi dikuasai oleh masyarakat atau negara tertentu saja.
     Istilah teknologi sudah sejak dulu digunakan. Pada jaman yunani kuno istilah ini berasal dari kata techne dan logia. Techne berarti seni kerajinan sehingga pada waktu itu ada istilah technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang, akan menunjukan suatu pola, langkah, dan metode pasti yang kemudian menjadi teknik.
        Teknologi mempunyai banyak arti, diantaranya :
        - Teknologi merupakan penguasaan manusia terhadap perubahan dari alam.
        - Teknologi adalah realisasi dari ide-ide manusia.
- Teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan.
Bagi bangsa prancis, teknologi berasal dari kata La technique yang dapat diartikan sebagai proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional. Sampai pada permulaan abad 20, istilah teknologi dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses, dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju perubahan atau perwujudan sesuatu.
Secara umum, ada tiga macam teknologi yaitu :
1)     Teknologi tradisional, ciri-cirinya sebagai berikut.
a)    Bersifat padat karya (menyerap banak tenaga kerja)
b)    Menggunakan keterampilan setempat.
c)    Menggunakan alat setempat
d)    Menggunakan bahan setempat
e)    Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan.

2)    Teknologi Madya, ciri-cirinya sebagai berikut :
a)    Padat karya
b)    Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat.
c)    Menggunakan alat setempat
d)    Berdasarkan alat peneilitian

3)     Teknologi modern, ciri-cirinya sebagai berikut :
a)    Padat modal
b)    Mekanis elektris
c)    Menggunakan bahan import
d)    Berdasarkan penelitian mutakhir
Manusia memandang alam ligkungannya bergantung pada bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini, manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lain, terutama dalam penggunaan sumber daya alam. Kemampuan itu adalah penguasaan ilmu pengtahuan dan teknologi (IPTEK). Manusia dalam kesehariannya tidak bbisa lepas dari IPTEK karena segala sesuatu yang digunakan, seperti baju, perkakas rumah tangga, alat-alat keramik, dan lain-lain adalah hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, manusia lahir, hidup, dan dibesarkan bersinergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Adanya perkembangan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru, antara lain teknologi modern, teknologi hutan, teknologi gedung, teknologi transportasi, dll. Dengan adanya ilmu pengetahuan baru itu, diperoleh banyak hasil, yaitu :
- Penggunaan teknologi nuklir. Orang dapat membuat reaktor nuklir dengan harapan dapat dimanfaatkan energinya. Penggunaan energi ini untuk tujuan damai, yaitu untuk keperluan bidang kesehatan, seperti rontgen, dibidang pertanian, seperti perbaikan bibit, dan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
- Penggunaan teknologi pemeliharaan dan pemanfaatan hutan untuk pembuatan kertas, industri kayu, hutan sebagai penyimpan air, pariwisata, dan lain sebagainya.
- Pengguaan teknik modern untuk mengendalikan air sungai sehingga memudahkan petani dalam memperoleh air dan untuk pembangkit listrik.
Ditinjau dari pengelolaan lingkungan hidup, teknologi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan untuk mengelola lingkungan agar lingkungan tersebut memiliki daya dukung untuk menunjang kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhlik hidup lainnya.
Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut :
1.    Menjaga keseimbangan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
2.    Mengendalikan eksplorasi sumber daya alam dan memanfaatkan secara bijaksana.
3.    Menunjukan pribadi yang sadar lingkungan.
Callahan dalam Zubair (1997) membedakan teknologi kedalam lima tipe. Klasifikasi ini dimaksudkan untuk melihat potensi berbagai teknologi dan memahami dampaknnya atas kehidupan manusia. Kelima teknologi itu adalah :
1.        Teknologi konservasi
Suatu teknologi yang membantu kita menjaga kelestarian alam dan dengan mempertahankan kelangsungan berbagai jenis makhluk hidup yang ada didalamnya.
2.        Teknologi Perbaikan.
Suatu teknologi yang memunagkinkan kita memenuhi kebutuhan melampaui kebutuhan atau melampaui batas kemampuan alamiah
3.        Teknologi implikasi
Suatu teknologi yang bertujuan uttuk membantu dan implemantasi teknologi-teknologi lain, seperti computer
4.        Teknologi destruktif
Suatu teknologi yang dirancang dengan tujuan utama untuk menghancurkan, misalnya persenjataan.
5.        Teknlogi kompensatoris
Suatu teknologi yang digunakan untuk membantu menangani dampak teknologi lain atas kehidupan manusia, seperti katalitik filter untuk menyaring asap kendaraan bermotor yang berhbahan bakar solar.
2.   Pengelolaan dan Penataan Lingkungan Hidup dengan IPTEK
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu :
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a.    Menjamin pemerataan dan keadilan.
b.    Menghargai keanekaragaman hayati.
c.    Menggunakan pendekatan integratif.
d.   Menggunakan pandangan jangka panjang.
e.    Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya :
a.    Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b.    Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c.    Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain :
a.    Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b.    Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c.    Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).
d.   Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya :
1)     Menanggulangi kasus pencemaran.
2)    Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3)     Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e.    Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain :
a.    Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.
b.    Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :
1)     Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
2)    Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
3)     Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan :
1)     Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2)    Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3)     Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4)     Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5)     Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

d.   Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1)     Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2)    Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3)     Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4)     Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
5)     Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1)     Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa
2)    Melarang kegiatan perburuan liar
3)     Menggalakkan kegiatan penghijauan

3.   Pemanfaatan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup
IPTEK sangat berguna bagi keidupan dan lingkungan sekitar. Pemanfaatan IPTEK juga tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu perl memperkenalkan IPTEK sejak dini.
Lingkungan hidup sebagai tempat manusia hidup juga tidak luput dari sentuhan teknologi. Kehidupan IPTEK tentunya mempunyai peranan besar terhadap lingkungan hidup di sekitar kita misalnya sebagai berikut :
i.                    Mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan.
ii.                  Memberi kemudahan manusia dalam mengerjakan permasalahan yang terjadi.
 iii.    Menentukan jenis IPTEK yang sesuai dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup.
Perkembangan teknologi dan lingkungan hidup tentu sngat erat kaitannya. Dalam merencanakan penggunaan IPTEK tentunya teknologi harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1)     Layak secara teknis
2)    Dapat dipertanggung jawabkan secara ekonomisn
3)     Serasi secara sosial
4)     Sehat secara ekologis

Manusia dapat disebut sebagai objek teknologi, karena teknologi diciptakan manusia untuk membantu meringankan segala aktivitas kehidupannya demi kesejahteraan manusia itu sendiri dan karena manusia sebagai pengguna hasil teknologi tersebut. Manusia juga sebagai subjek teknologi, karena manusia sendirilah yang menciptakan teknologi teresebut. Manusia lebih mengetahui baik buruknya penggunaan teknologi, maka perlu pengontrolan dari individu masing-masing.

Pemanasan global yang berdampak terhadap lingkungan, dan mengakibatkan juga perubahan iklim, ternyata memberikan dampak yang serius pada kehidupan sosial dan budaya dan masyarakat miskin. Ini terjadi karena golongan masyarakat miskin tidak mempunyai kemampuan finansial untuk melakukan tindakan adaptasi.

Misalnya akibat pemutihan terumbu karang, nelayan harus berlayar ketengah lautan untuk menangkap ikan. Dan juga petani, yang akan kesulitan menanam tanaman dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Jika Indonesia tidak bertindak melakukan hal yang konkrit untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, akan terjadi hal – hal berikut :
1)     Kenaikan permukaan air laut 1m.
2)    Rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai sehingga Indonesia akan kehilangan sekitar 1000km jalan dan 5 pelabuhan lautannya.
3)     Akan terjadi krisis air diperkotaan khususnya Jakarta.
4)     Meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.
5)     Menurunya produktivitas pertanian akibat perubahan dan pola hujan yang tak tentu.
6)     Sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi rata-rata sebesar 1°C.
4.   Perilaku yang Harus Diubah dalam Mengelola Lingkungan Hidup Menggunakan IPTEK

Tidak hanya peranan iptek saja yang dapat membuat lingkungan menjadi sangat ramah pada manusianya, hal yang paling mendasar agar lingkungan kita tetap terjaga dari polusi dan segala isu yang berkembang, maka setiap orang bahkan sampai pemerintahan harus menyadari betul dan tergugah untuk mengurangi penyebab kerusakan dan pencemaran lingkungan. Beberapa langkah antisipasi untuk mengontrol perilaku dan pemakaian barang berhubungan dengan teknologi yaitu :

a. Menghemat penggunaan air
Pemakaian air yang terlalu banyak dan boros akan mempercepat habisnya ketersediaan air tanah. Ada beberapa cara untuk menghemat air, yaitu :
1)     Mencuci peralatan dapur jangan di air mengalir.
2)    Cuci sayuran, ayam atau daging secara terpisah di tempat yang sudah berisikan air bukan di air mengalir.
3)     Berkumur dan menyikat gigi dengan menggunakan gelas dan gayung yang berisi air dan tidak di air yang mengalir.
4)     Pergunakannlah shower pada saat mandi
b.    Hemat listrik

Gas rumah kaca didominasi oleh CO2 dan CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dengan demikian secara tidak langsung akan mengurangi kadar CO2 di atmosfer. Oleh karena itu kita wajib memperhatikan hal-hal yang berikut :
1)     Perhatikan instalasi listrik di rumah.
2)    Sesuaikan pemakaian daya dengan kebutuhan.
3)     Perhatikan penggunaan alat-alat elektronik sesuai pemakaian.





Kamis, 22 Oktober 2015

SUMBER DAYA ALAM, KERUSAKAN SUMBER DAYA ALAM SERTA DAMPAKNYA

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam merupakan unsur  lingkungan yang mutlak yang di butuhkan dalam kehidupan di permukaan bumi.  Namun, lambat laun sumber daya yang ada di bumi ini mengalami ekploitasi secara  besar-besaran yang di lakukan oleh manusia.

B.   MACAM-MACAM KERUSAKAN PADA SUMBER DAYA ALAM

     1)          ILLEGAL LOGGING
 Kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang merupakan bentuk ancaman faktual disekitar perbatasan yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat
2)         KESUBURAN TANAH
Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.
Agar mampu menjalankan peran-peran tersebut, maka tanah harus memiliki kesuburan dan kesehatan yang baik.  Kata ”kesuburan dan kesehatan tanah” sering kali digunakan secara bersamaan. Pada kenyataannya ada dijumpai tanahnya subur tetapi tanaman yang tumbuh di atasnya, tumbuh tidak sehat.  Terdapat perbedaan definisi antara kesuburan dan kesehatan tanah.  Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan sifat kimia, fisika, dan biologi yang dimilikinya.
Sedangkan kesehatan tanah bisa diartikan suatu keadaan tanah yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa adanya gangguan apapun.  Walaupun terdapat perbedaan definisi, faktanya terkadang sulit membedakan antara kesuburan tanah maupun kesehatan tanah karena pada keduanya terkait dengan sifat kimia, fisika, dan biologi tanah.  Ditinjau dari sudut kesuburan, tanah dipandang sebagai tempat tumbuh tanaman dimana faktor yang sangat berpengaruh adalah tekstur tanah, ketersediaan hara, aerasi, kemampuan mengikat tanah dll.  Sedangkan ditinjau dari sudut kesehatan  tanah, tanah dipandang sebagai tempat kehidupan, dimana selain faktor fisik dan kimia seperti tersebut di atas, kehidupan jasad-jasad makro dan mikro di dalam tanah harus mampu mendukung kehidupan tanaman.
Kesuburan dan kesehatan tanah bisa berubah ubah. Tanah yang tadinya subur dan sehat bisa saja menjadi kurang subur dan sakit. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kesuburan dan kesehatan tanah menjadi menurun.  Beberapa faktor penyebab menurunnya kesuburan tanah diantaranya yaitu penyerapan zat hara oleh tanaman,  penguapan elemen hara ke atmosfer, resapan ke dalam tanah, dan terjadinya erosi.  Sedangkan faktor-faktor penyebab menurunnya kesehatan tanah diantaranya yaitu tidak pernah melakukan pemberian bahan organik ke tanah, pemakaian pupuk yang berlebihan,  terjadinya pencemaran bahan kimia berbahaya (seperti pestisida kimia), melakukan pembakaran di atas lahan (merusak tekstur tanah) dan juga erosi.
3)      KERUSAKAN VEGETASI LAUT
Terumbu karang  atau coral reefs merupakan ekosistem laut tropis yang terdapat di perairan dangkal yang jernih, hangat (lebih dari 22oC), memiliki kadar CaCO3 atau Kalsium Karbonat tinggi, dan komunitasnya didominasi berbagai jenis hewan karang keras. Kalsium Karbonat ini berupa endapan masif yang dihasilkan oleh organisme karang (Filum Scnedaria, Kelas Anthozoa, Ordo Madreporaria Scleractinia), alga berkapur, dan organisme lain yang mengeluarkan CaCO3 (Guilcher, 1988:1).
Arah perkembangan terumbu organik dikontrol oleh keseimbangan ketiga faktor yaitu hidrologis, batimetris, dan biologis. Jika ketiga faktor
seimbang, terumbu berkembang secara radial dan akan terbentuk terumbu paparan dan apabila pertumbuhan ini berlanjut akan terbentuk terumbu pelataran bergoba. Namun jika perkembangan radial dibatasi oleh kondisi batimetri akan terbentuk terumbu paparan lonjong. Terumbu yang terakhir ini tidak membentuk lagun yang benar dan depresi menyudut merupakan penyebaran pasir. Sedangkan terumbu paparan dinding terbentuk pada kondisi batimetris dan hidrologis tidak simetris, di mana perkembangan terumbu terbatas pada satu atau dua arah. Kondisi ini akan menghasilkan perkembangan terumbu secara linier, dan membentuk terumbu dinding berupa terumbu dinding tanduk dan terumbu dinding garpu. Terbentuknya terumbu dinding garpu ini menunjukkan adanya arus pasang surut yang kuat. (Zuidam, 1985:1).

Terumbu karang dapat berkembang dan membentuk suatu pulau kecil. Dari 5 jenis pulau yaitu Pulau Benua atau Continental Islands, Pulau Vulkanik atau Volcanic Islands, Pulau Daratan Rendah atau Low Islands, Pulau Karang Timbul atau Raised Coral Islands, dan Pulau Atol atau Atolls, 2 yang terakhir terbentuk dari terumbu karang. Di sisi lain, dari 10 jenis bentuk lahan, terumbu karang adalah salah satunya. Bentuk lahan ini adalah bentuk lahan organik yaitu berupa binatang. Bentuk lain yang berhubungan dengan terumbu karang adalah bentuk lahan karst, yaitu terbentuk melalui proses karstifikasi pada batuan kalsium karbonat.
Namun bentuk lahan karst ini terbentuk secara alami melalui proses eksogenik dan endogenik dan berlangsung pada skala besar. Sedangkan terumbu karang terbentuk secara organik dan relatif perlahan sehingga lebih memungkinkan adanya campur tangan manusia dalam pertumbuhannya. Hasil identifikasi bentuk lahan mencerminkan karakteristik fisik lahan dan untuk mendapatkannya dengan melalui analisis geomorfologis. Geomorfologi adalah studi yang mendeskripsi bentuk lahan dan proses-proses yang menghasilkan bentuklahan serta menyelidiki hubungan timbal-balik antara bentuklahan dan proses-proses tersebut dalam susunan keruangan.
Terumbu karang mempunyai fungsi yang amat penting bagi kehidupan laut, yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai Spawning Ground dan Nursery Ground. Secara alami, terumbu  karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran,pembesaran anak, makan dan mencari makan feeding & foraging, terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis.
2.    Sebagai pelindung pantai, dan ekosistem pesisir lain
padang lamun dan hutan mangrove dari terjangan arus kuat dan gelombang besar (Zuidam, 1985:2).


4)EROSI
Peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.
Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.
Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur pelayaran.
Erosi dalam jumlah tertentu sebenarnya merupakan kejadian yang alami, dan baik untuk ekosistem. Misalnya, kerikil secara berkala turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air. erosi yang berlebih, tentunya dapat menyebabkan masalah, semisal dalam hal sedimentasi, kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak.
Banyaknya erosi tergantung berbagai faktor. Faktor Iklim, termasuk besarnya dan intensitas hujan / presipitasi, rata-rata dan rentang suhu, begitu pula musim, kecepatan angin, frekuensi badai. faktor geologi termasuk tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, kemiringn lahan. Faktor biologis termasuk tutupan vegetasi lahan,makhluk yang tinggal di lahan tersebut dan tata guna lahan ooleh manusia.
Umumnya, dengan ekosistem dan vegetasi yang sama, area dengan curah hujan tinggi, frekuensi hujan tinggi, lebih sering kena angin atau badai tentunya lebih terkena erosi. sedimen yang tinggi kandungan pasir atau silt, terletak pada area dengan kemiringan yang curam, lebih mudah tererosi, begitu pula area dengan batuan lapuk atau batuan pecah. porositas dan permeabilitas sedimen atau batuan berdampak pada kecepatan erosi, berkaitan dengan mudah tidaknya air meresap ke dalam tanah. Jika air bergerak di bawah tanah, limpasan permukaan yang terbentuk lebih sedikit, sehingga mengurangi erosi permukaan. Sedimen yang mengandung banyak lempung cenderung lebih mudah bererosi daripada pasir atau silt. Dampak sodium dalam atmosfer terhadap erodibilitas lempung juga sebaiknya diperhatikan
Faktor yang paling sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. pada hutan yang tak terjamah, mineral tanah dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. kedua lapisan ini melindungi tanah dengan meredam dampak tetesan hujan. lapisan-lapisan beserta serasah di dasar hutan bersifat porus dan mudah menyerap air hujan. Biasanya, hanya hujan-hujan yang lebat (kadang disertai angin ribut) saja yang akan mengakibatkan limpasan di permukaan tanah dalam hutan. bila Pepohonan dihilangkan akibat kebakaran atau penebangan, derajat peresapan air menjadi tinggi dan erosi menjadi rendah. kebakaran yang parah dapat menyebabkan peningkatan erosi secara menonjol jika diikuti denga hujan lebat. dalam hal kegiatan konstruksi atau pembangunan jalan, ketika lapisan sampah / humus dihilangkan atau dipadatkan, derajad kerentanan tanah terhadap erosi meningkat tinggi.
Secara khusus memungkinkan terjadinya peningkatan derajat erosi, karena, selain menghilangkan tutupan lahan, jalan dapat secara signifikan mengubah pola drainase, apalagi jika sebuah embankment dibuat untuk menyokong jalan. Jalan yang memiliki banyak batuan dan hydrologically invisible ( dapat menangkap air secepat mungkin dari jalan, dengan meniru pola drainase alami) memiliki peluang besar untuk tidak menyebabkan pertambahan erosi.
C.Faktor-faktor penyebab kerusakan Sumber Daya Alam
A).  Kerusakan Akibat Alam

1. Kerusakan akibat letusan gunung berapi.

Letusan gunung berapi merupakan salah satu aktivitas vulkanisme. Letusan gunung berapi merupakan gejala alam. Manusia tidak mampu membendung atau 
mencegahnya. Akibat dari letusan gunung berapi dapat merusak lingkungan hidup. 
Kerusakan itu antara lain :

1. Kerusakan gunung berapi melemparkan berbagai material padat yang dapat 
menimpa perumahan, daerah pertanian, hutan, dan sebagainya.


2. Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggunya 
pernapasan juga pemandangan yang gelap, dan dapat menutupi areal pertanian 
dan perkebunan yang bisa mengurangi produksi.


3. Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga ketika hujan 
turun menimbulkan banjir.


4. Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk disekitar 
gunung api.


5. Lava panas yang meleleh akan merusak dan mematikan apa saja yang dilaluinya.
Setelah dingin, akan membeku menjadi batuan yang keras yang dapat 
menghambat pertumbuhan tanaman. 

6. Awan panas yang berhembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata 
dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinnya.


7. Lahar dingin, dapat merusak areal pertanian, dan daerah permukiman penduduk serta bangunan lain.


8. Debu-debu gunung api yang bertebaran di udara, dapat menghalangi radiasi matahari, dan membahayakan penerbangan udara.


B . Kerusakan akibat gempa bumi.

Gempa bumi merupakan hentakan lapisan bumi yang bersumber dari lapisan di sebelah dalam merambat ke permukaan bumi. Kerusakan akibat gempa bumi menimbulkan gejala langsung maupun tidak langsung :
1. Banjir atau tanggul rusak.
2. Gempa di dasar laut menyebabkan tsunami.
3. Tanah di permukaan menjadi merekah.
4. Tanah longsor.
5. Bangunan roboh.
6. Kebakaran yang terjadi akibat dampak lanjutan gempa.
c. Kerusakan akibat Cyclon (angin topan).

Siklon adalah tekanan udara rendah berupa angin-angin topan atau badai. Kerusakan yang ditimbulkannya tergantung dengan kuat arusnya. Tipe-tipe siklon :
1. Siklon tropik : terjadi di permukaan laut.
2. Siklon Gelombang : di daerah lintang sedang dan lintang tinggi bersifat sangat merusak.
3. Tornado di AS : merupakan siklon hebat yang berasal dari anginnya yang sangat kuat.
Kerusakan yang disebabkan oleh angin topan adalah sebagai berikut: 
1. Rumah-rumah yang kurang kuat terbawa sampai beberapa kilometer.
2. Bangunan rumah tembok dan gedung–gedung rusak atapnya bahkan ada yang roboh.
3. Merusak areal hutan, perkebunan, dan pertanian.
d. Musim Kemarau

Beberapa kerusakan akibat musim kemarau,adalah sebagai berikut : 
1. Tumbuh-tumbuhan banyak yang mati sehingga dapat mengancam kehidupan makhluk hidup lainya.
2. Sungai-sungai, danau-danau dan air tanah menjadi kering sehingga dapat merugikan daerah pertanian.
3. Sumur-sumur dan sumber air kering.


2. Kerusakan akibat ulah manusia.


a. Pertanian

Penggundulan hutan merupakan salah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian ladang berpindah. Tempat yang ditinggalkan menjadi kurang subur dan ditumbuhi alang-alang. Akibat lebih jauh, saat musim hujan akan terjadi proses pengikisan tanah permukaan yang intensif. Hal ini bisa menyebabkan banjir, sementara itu saat musim kemarau tempat seperti itu akan mengalami kekurangan air.

b. Perikanan

Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau juga menyebabkan kian berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan. Apalagi bila menggunakan bahan peledak, tidak saja ikan besar yang mati, tetapi larva dan ikan-ikan kecil lainnya juga ikut mati.

c. Teknologi dan Industri

Penggunaan traktor dalam membajak sawah sebagai alat bantu, traktor memang mempermudah dan mempercepat dalam membajak sawah. Namun, kadang ada hal lain yang terbawa seperti, sisa bahan bakar, buangan oli, dan sebagainya. Hal tersebut bisa merusak lingkungan.

d. Pencemaran

Pencemaran (polusi) adalah peristiwa berubahnya keadaan alam (udara, air, dan tanah) karena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya sejumlah unsur tertentu. Macam-macam pencemaran adalah sebagai berikut :

1. Pencemaran Udara
Hasil limbah industri, limbah pertambangan, dan asap kendaraan bermotor dapat mencemari udara. Asap-asap hasil pembuangan tersebut terdiri atas karbon monoksida, karbon dioksida, dan belerang dioksida. Karbon dioksida mengakibatkan hawa pengap dan naiknya suhu permukaan bumi. Karbon monoksida dapat meracuni dan mematikan makhluk hidup sedangkan belerang dioksida menyebabkan udara bersifat korosif yang menimbulkan proses perkaratan pada logam.


2. Pencemaran suara
Pencemaran suara dapat timbul dari bising-bising suara mobil, kereta api, pesawat udara, dan jet. Di pusat-pusat hiburan dapat pula terjadi pencemaran suara yang bersumber dari tape recorder yang diputar keras-keras. Adanya pencemaran suara dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dan gangguan pada manusia dan hewan ternak, seperti gangguan jantung, pernafasan dan gangguan saraf.


3. Pencemaran air
Pembuangan sisa-sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai dan laut. Jika sungai dan laut tercemar, akibatnya banyak ikan dan mikrobiologi yang hidup di dalamnya tak mampu hidup lagi. Selain itu air sungai dan laut yang tercemar itu juga mengakibatkan sumber air tercemar sehingga manusia sulit mendapat air minum yang sehat dan bersih.


4. Pencemaran tanah
Pada dasarnya tanah pun dapat mengalami pencemaran, penyebabnya antara lain : 
• Bangunan barang-barang atau zat-zat yang tidak larut dalam air yang berasal dari pabrik-pabrik.
• Pembuangan ampas kimia dan kertas plastik bekas pembungkus botol bekas.

e. Banjir
Faktor-faktor lingkungan yang menyebabkan banjir, antara lain : 
 Penggundulan hutan secara tak terencana
 Pembuangan sampah di sembarang tempat
 Sulit meresapnya air hujan di tanah perkotaan karena tanah perkotaan banyak tertutup semen beton dan aspal.
 Rusaknya tanggul-tanggul sungai dan banyaknya sungai yang dangkal dengan sungai yang berkelok-kelok.


Beberapa ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan Sumber Daya Alam yaitu :
1. Penebangan hutan secara liar.
2. Perburuan liar.
3. Merusak hutan bakau.
4. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
5. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
6. Pembangunan liar di daerah aliran sungai.
7. Pemanfaatan SDA secara berlebihan di luar batas.
Upaya mengantisipasi kerusakan Sumber Daya Alam.
1. Pelestarian hutan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan antara lain :
1. Reboisasi / penanaman kembali.
2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4. Menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.



2. Pelestarian laut dan pantai.
Upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut. 
3. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.



3. Pelestarian Flora dan Fauna.
Upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna diantaranya :
1. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2. Melarang kegiatan perburuan liar.
3. Menggalakkan kegiatan penghijauan.



4. Pelestarian tanah.
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir merupakan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yan berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon / penghijauan kembali terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan / pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terassering/sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan. Langkah-langkah untuk menjaga kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi erosi tanah adalah sebagai berikut :
1. Terassering adalah menanam dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.
2. Contour farming adalah menanam lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menahan tanah.
3. Contour plowing adalah membajak searah garis kontur sehingga terjadilah alur-alur horizontal.
4. Contour strip cropping adalah bercocok tanam dengan cara membagi bidang-bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memanjang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok, dan jenis tanamannya tumpang sari.
5. Crop rotation adalah usaha pergantian jenis tanaman, supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.
6. Pembuatan tanggul pasangan (guludan) untuk menahan hasil erosi.
7. Reboisasi, menanam kembali hutan-hutan yang gundul.




5. Pelestarian udara.
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Upaya yang dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :
1. Menggalakkan penanaman pohon ataupun tanaman hias. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga. 
2. Mengupayakan pengurangan emisi / pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran asap mesin yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter bagi cerobong asap pabrik.
3. Mengurangi / bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas Freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetik adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet keluar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusak jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.


LINK MENGENAI VIDEO SUMBER DAYA ALAM YANG BERSANGKUTAN DENGAN ARTIKEL INI DAPAT DILIHAT DI https://www.youtube.com/watch?v=Ud_T-cuaTXw

Rabu, 21 Oktober 2015

EKOLOGI DAN KERUSAKAN


Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Sangat diperhatikan dengan hubungan energi dan menemukannya kembali kepada matahari kita yang merupakan sumber energi yang digunakan dalam fotosintesis Habitat Habitat (berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti menempati) adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang.

 Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan paling tidak lingkungan fisiknya di sekeliling populasi suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

 Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop Bioma adalah sekelompok tumbuhan dan hewan yang tinggal di suatu habitat pada suatu lokasi geografis tertentu. Ilmu lingkungan adalah ekologi yang menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.

 ILMU LINGKUNGAN adalah ekologi terapan. Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara jasad hidup (termasuk manusia) dengan dengan lingkungannya. Pembagian Ekologi  Menurut Habitatnya
·         Ekologi perairan tawar
·         Ekologi laut
·         Ekologi darat Menurut garis Taxonomi
·         Ekologi tumbuhan
·          Ekologi vertebrata
·          Ekologi serangga
·         Ekologi jasad renik

 Ekologi adalah dasar pokok ilmu lingkungan. Inti permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah ekologi yakni hubungan makluk  hidup, khususnya manusia dengan lingkunganya Populasi adalah golongan-golongan individu dari suatu jenis organisme. Komunitas adalah semua populasi yang menduduki suatu daerah tertentu. Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

 Istilah ekologi pertama kali diusulkan oleh ahli Biologi Bangsa Jerman bernama Erns Haeckel tahun 1869 EKOSISTEM Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara menyeluruh antar segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Komponen bagian dari ekosistem antara lain;
 • senyawa-senyawa anorganik (C,N,CO2,H2O)
• Senyawa-senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat)
• Iklim (temperatur, kelembaban dll)
• Produsen
 • Makro konsumen
• Mikro konsumen (bakteri, jamur)

Komponen- komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air. 

Macam-macam ekosistem

•Ekosistem alamiah (natural ecosistem) Terdapat heteroginitas yang tinggi dari organisme hidup di sana sehingga mampu mempertahankan proses kehidupan di dalamnya dengan sendirinya. Contoh; hutan, danau, laut

  Ekosistem buatan (artificial ecosistem) Mempunyai ciri kurang heterogenitas, sehingga bersifat labil dan untuk membuat ekosistem tersebut tetap stabil perlu diberikan bantuan energi dari luar dan juga perlu dilakukan perawatan terhadap ekosistem tersebut. Contoh; kolam ikan, sawah tambak, aquarium Hubungan Antar Organisme;

1. Hubungan simbiosis, adalah hubungan timbal balik diantar organisme hidup yang tidak sama spesiesnya. simbiosis parasitisme, simbiosis komensialisme, simbiosis mutualisme
2. Hubungan Sosial, suatu hubungan antar orgnisme hidup yang sama spesiesnya, dimana mereka membutuhkan sesuatu yang sama dari lingkunganya.  kooperatif dan Non kooperatif

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejah teraan manusia serta makluk lain (UURI 23 TH 1997). Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkanya makluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Beberapa masalah lingkungan hidup:
 • Banjir
 • Kekeringan
• Tanah longsor
 • Erosi
 • Pemanasan global
• Kebakaran hutan
• Lahan kritis
• Pencemaran (air, udara, tanah)

 Beberapa masalah lingkungan hidup:
• Banjir
• Kekeringan
• Tanah longsor
• Erosi
• Pemanasan global
 • Kebakaran hutan
• Lahan kritis
• Pencemaran (air, udara, tanah)

Masalah Lingkungan Hidup Timbul Pada dasarnya Karena:
 • Dinamika penduduk
 • Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana
• Kurang terkendalinya pemanfaatan ilmu pengethuan dan tehnologi maju

            Dampak negatif yang muncul dari kemajuan ekonomi benturan tata ruang. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan usaha untuk memelihara atau dan memeperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Beberapa hal yang terkait dengan kegiatan ini: Domestikasi, yaitu pemeliharaan tumbuhan dan hewan liar. Hal ini dimulai sangat awal pada kebudayaan manusia. 

Citra lingkungan, kearifan ekologi atau gambaran tentang lingkungan idup.
 Ini dapat didasarkan pada:
   • ilmu pengetahuan

   • mistik Cagar alam, adalah sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi flora, fauna yang ada di dalamnya

   • Cagar budaya, pengertiannya serupa dengan cagar alam, yang dilindungi bukan suatu daerah yang bersifat alamiah, melainkan hasil budaya manusia. Misal: Candi, Kraton, Bngunan kuno.

• Cagar biosfir, dapat meliputi daerah yang dibudidayakan manusia, misalnay untuk pertanian secara tradisional dan pemukiman. Di sini boleh ada permukiman.

• Taman nasional, pada prinsipnya sama dengan cagar alam, namun di dalamnya dapat dilakukan kegiatan pembangunan yang tidak bertentangan dengan tujuan pencagar alaman. Misalnya seperti: pariwisata, pendidikan dan penelitian.


Link mengenai ekologi dan kerusakan dapat dilihat di https://youtube.com/watch?v=0bm4BJUUb8A