A. Definisi Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional berasal dari kata tahan yang
memiliki arti : Tahan penderitaan, tabah, kuat, dapat menguasai diri, dan tidak
kenal menyerah. Ketahanan Nasional memiliki makna yaitu perihal tahan (kuat),
keteguhan hati, dan ketabahan.
Ketahanan Nasional, adalah kondisi dinamis
suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar
maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan dan
cita-cita nasionalnya.
Beberapa pengertian dari istilah penting:
Kondisi Dinamis Merupakan kondisi yang selalu berubah-ubah sesuai
dengan perkembangan waktu, gerak dan ruang,
fleksibel dan tidak statis. Secara operasional pengertian kondisi
dinamis suatu bangsa merupakan bentuk-bentuk kegiatan pembangunan
nasional.
· Keuletan,
Ketangguhan, Daya Tahan
Keuletan merupakan usaha yang terus menerus
dilakukan secara giat dengan kemauan yang keras dengan menggunakan segala
kemampuan dan kecakapan yang dimiliki untuk mencapai tujuan dan cita-citanya.
Ketangguhan merupakan kekuatan atau kemampuan yang
menyebabkan seseorang atau kelompok orang atau bangsa dapat bertahan, kuat
menderita, atau kuat menanggulangi beban.
· Kemampuan
Merupakan
produk atau hasil dari pengujian, percobaan, dan pengalaman.
· Kekuatan Nasional
Merupakan komponen Astagatra yang terdiri dari Trigatra(aspek alamiah), yaitu lokasi dan posisi geografi,
Kekayaan alam, Kemampuan penduduk Dan Pancagatra (aspek kemasyarakatan), yaitu Ideologi, Politik, Ekonomi,
Sosial-Budaya, dan Hankam.
· Tantangan,
Ancaman, Hambatan, dan Gangguan.
Tantangan merupakan hal atau usaha yang bertujuan
untuk menggugah kemampuan (capabelity).
Ancaman merupakan hal atau usaha yang bersifat mengubah atau
merombak kebijaksanaan dan dilakukan secara konsepsional, kriminal, serta
politis.
Hambatan merupakan hal atau usaha yang berasal dari
diri sendiri yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalangi secara
tidak konsepsional.
Gangguan merupakan hal atau usaha yang berasal dari
luar yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalang-halangi secara
tidak konsepsional.
· Integritas
Merupakan kesatuan yang menyeluruh dalam kehidupan
nasional suatu bangsa, baik secara sosial, alamiah, potensial maupun
fungsional.
· Identitas
Merupakan ciri khas suatu negara dilihat secara
keseluruhan (holistik), yaitu negara yang dibatasi oleh wilayah, penduduk,
sejarah, pemerintah, dan tujuan nasionalnya serta peranan yang dimainkannya
dalam dunia internasional.
B. Pengertian
Ketahanan Nasional
Menurut
para ahli pengertian Ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
- Menurut Sumarno, ketahanan
nasional adalah kondisi dinamika bangsa yang meliputi segenap aspek kehidupan
nasional yang terintegrasi.
- Menurut Harjomataram, ketahanan
nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa untuk mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman dari dalam atau
luar, langsung atau tidak langsung, dan bisa membahayakan kehidupan nasional.
- Menurut Suradinata dan Kaelan,
ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis sebuah Negara yang memiliki
keuletan dan ketangguhan serta mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang
datang dari dalam maupun luar negeri, secara langsung maupun tidak langsung,
yang dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup berbangsa dan
bernegara serta perjuangan bangsa dalam menjaga tujuan nasional.
Jadi ketahanan nasional adalah kondisi suatu bangsa
yang meliputi kondisi dinamis, ketangguhan, keuletan, kemampuan, kekuatan
nasional, identitas, integritas, tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan.
C. Teori- teori Ketahanan Nasional
1. Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan Teori Ruang. Intinya ia menyamakan negara
sebagai makhluk hidup yang semakin sempurna dan membutuhkan ruang hidup yang
makin meluas karena kebutuhan. Dalam teorinya bahwa “bangsa yang berbudaya
tinggi akan membutuhkan sumber daya manusai yang tinggi dan akhirnya mendesak
wilayah bangsa yang “primitif””. Pendapat ini dipertegas oleh Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan Teori kekuatan yang menyatakan bahwa “Negara
adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang
memiliki intelektualitas”. Dengan kemampuannya mampu mengeksploitasi negara
“primitif” agar negaranya dapat berswasembada. Beberapa
pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme Sosial.
2.
2. Karl Haushofer (1869-1946) dengan Teori Pan Region. Ia berpendapat bahwa pada
hakikatnya dunia dapat dibagi dalam empat kawasan benua (pan region) dan
dipimpin oleh Negara unggul. Teori ruang dan teori kekuatan merupakan hasil
penelitiannya, serta dikenal pula sebagai teoripan regional . Isi teori pan regional antara lain:
a. Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”.
b. Autarki (swasembada).
c. Dunia dibagi empat Pan Region yaitu: Pan Amerika, Pan Asia
Timur, Pan Rusia India, dan Pan Eropa Afrika.
3. Sir Harfold Mackinder (1861-1947) dengan Teori Daerah Jantung(Heartland). Teorinya adalah:
a. Who rules East Europe commands
the Heartland.
b. Who rules the Heartland
commands the world Island.
c. Who rules the world Island
commands the world.
4. Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Mahan
(1840-1914) dengan Teori Kekuatan Maritim. Kedua pemikir teori tersebut
mengatakan:
a. Sir Walter Raleigh mengatakan, “Siapa yang
menguasai laut akan menguasai perdagangan dunia dan akhirnya akan menguasai
dunia.
b. Alfred T. Mahan mengatakan, “Laut untuk kehidupan,
SDA banyak terdapat di laut, oleh karena harus dibangun armada laut yang kuat
untuk menjaganya.” Dia juga mengatakan bahwa perlu memerhatikan masalah akses
ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga memungkinkan kemampuan
industri untuk kemandirian suatu bangsa dan Negara.
5. Guilio Douhet (1869-1930) dan William Mitchel
(1879-1936) denganTeori Kekuatan di Udara mengatakan, “ Kekuatan udara
mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan
oleh kekuatan udara.”
6. Nicholas J. Spykman (1893-1943) dengan Teori Daerah Batas (Rimland
theory).
Menurutnya “Penguasaan daerah jantung harus memiliki akses ke laut dan
hendaknya menguasai pantai sepanjang Eurasia.” Dalam teorinya tersirat:
a. Dunia terbagi empat, yaitu daerah jantung (heartland),
bulan sabit dalam (rimland), bulan sabit luar, dan dunia baru (benua
Amerika).
b. Menggunakan kombinasi kekuatan darat, laut, dan
udara untuk menguasai dunia.
c. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan
lebih besar pengaruhnya dalam percaturan politik dunia daerah jantung.
d. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi
negara terkuat.
e. Bangsa Indonesia.
D. Unsur Dasar Ketahanan Nasional
1. Unsur Wadah (Contour) yaitu Geografi atau
wilayah.
2. Unsur Isi (Content) yaitu Demografi
atau penduduk.
3. Unsur Tata Laku (Conduct) yaitu kondisi
sosial yang dinamis
Sebagai komponen unsur dasar, maka Ketahanan
Nasional harus dibina secara terus menerus yang disebut sebagai strategi
"Tata Bina Nasional/Sistem Manajemen Nasional“ dalam upaya mencapai
tujuan menciptakan masyarakat sejahtera (Prosperity Approach),
masyarakat yang aman (Security Approach), dan hubungan internasional
yang harmonis (International relation/ Management Approach).
E. Sifat- Sifat Ketahanan Nasional
1. Manunggal
2. Mawas Kedalam
3. Berkewibawaan dan memiliki daya pencegah (deterrent)
4. Berubah menurut waktu
5. Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu
kekuatan
6. Percaya pada diri sendiri (self confidence)
7. Tidak bergantung pada pihak lain (self relience)
F. Tolak Ukur Ketahanan Nasional
1. Proses pembangunan nasional merupakan proses yang
terus berlanjut dengan berbagai kendala ATHG
yang dihadapi, sehingga masih banyak hal yang
perlu dipikirkan secara strategis dan disempurnakan.
2. Pembangunan nasional yang berhasil diharapkan akan
dapat meningkatkan kondisi ketahanan nasional, dan kondisi ketahanan nasional
yang tangguh dan ulet diharapkan akan memberikan landasan yang kuat bagi
peningkatan pelaksanaan pembangunan nasional.
3. Permasalahan pembangunan yang sering muncul
kepermukaan pada hakekatnya adalah apa dan bagaimana perkiraan tentang
perkembangan Astagatra yang menyangkut potensi alamiah dan potensi
kemasyarakatan dimasa kini dan dimasa yang akan datang dalam menjawab tantangan
jaman dan tantangan lingkungan perkembangan jaman yang semakin maju dan terus
mengalami perubahan cepat.
4. Hakekat ketahanan nasional adalah sebagai suatu
kondisi dinamis bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan sebagai
cerminan dari kemampuan bangsa dalam mengembangkan dan meningkatkan
kekuatan nasionalnya. Kondisi dinamis tersebut pencapaiannya terus selalu
diupayakan melalui berbagai cara pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan (prosperity)
dan keamanan (security) dalam kehidupan nasional.
5. Kesejahteraan yang hendak dicapai dalam ketahanan
nasional digambarkan sebagai suatu kemampuan bangsa untuk menumbuhkan serta
mengembangkan seperangkat nilai nasionalnya guna mewujudkan
kemakmuran yang adil dan merata. Sedangkan Keamanan yang
hendak diwujudkan merupakan kemampuan bangsa dalam upaya melindungi
seperangkat nilai-nilai nasionalnya terhadap segala macam ancaman internal maupun
eksternal, yang untuk selanjutnya lebih ditingkatkan dan dikembangkan lagi.
6. Ketahanan nasional dalam realitanya bersift
"Kibernetik" dalam pengertian mempunyai kemampuan adaptasi untuk
selalu mengadakan penyesuaian diri dan sekaligus merupakan fungsi dari
lingkungan (Enveronment), Ruang (Space) , waktu (Time), dan gerak (Motion).
Oleh karena itu, ketahanan nasional suatu bangsa tidak selamanya bersifat
tetap, melainkan selalu mengalami fluktuasi konjungtur dapat
meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi oleh
bangsa tersebut.
7. Antara Trigatra dan Pancagatra dalam Ketahanan nasional memiliki
hubungan timbal balik yang sangat erat, saling ketergantungan didalam seluruh
aspek kehidupan nasional. Demikian pula antar gatra/didalam gatra itu sendiri
juga memiliki hubungan timbal balik, saling ketergantungan (interdependency)
secara erat yang merupakan suatu kesatuan utuh dan serasi (integralistik).
Dengan kata lain, Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, dimana
kelemahan satu gatra akan dapat mengakibatkan kelemahan gatra lainnya dan
mempengaruhi totalitas konfigurasi dan kondisi ketahanan nasional secara keseluruhan.
ASPEK-ASPEK KETAHANAN NASIONAL
PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA
KEHIDUPAN BERNEGARA
Ketahanan nasional merupakan
gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek
pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek relatif berubah menurut waktu, ruang dan
lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan
kondisi umum yang sulit dipantau karena sangan komplek.
Konsepsi ketahanan nasional akan
menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
1.Aspek alamiah (Statis)
a. Geografi
b.
Kependudukan
c.
Sumber kekayaan alam
2.Aspek sosial (Dinamis)
a.Ideologi
b.Politik
c.Ekonomi
d.Sosial budaya
e.Ketahanan keamanan
PENGARUH ASPEK IDEOLOGI
Ideologi adalah Suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang
memberikan motivasi. Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan
yang dicita-citakan oleh bangsa.
Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat
memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu
ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan
dari sistem falsafah itu sendiri.
1. IDEOLOGI DUNIA
a.Liberalisme(Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal
society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat
(kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada
manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk
penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme
mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi
yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Tokoh: Thomas Hobbes, John
Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski
b.Komunisme(ClassTheory)
Negara adalah susunan golongan
(kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan borjuis menindas golongan proletar
(buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik
untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya
merebut kekuasaan / mempertahankannya,komunisme,akan:
1.Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2.Atheis, agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat.
3.Mengkomuniskan dunia, masyarakat tanpa nasionalisme.
4. Menginginkan masyarakat tanpa kelas, hidup aman, tanpa pertentangan,
perombakan masyarakat dengan revolusi.
c.PahamAgama
Negara membina kehidupan
keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah
keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan
dunia.
2. IDEOLOGI PANCASILA
Merupakan tatanan nilai yang digali
(kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila
merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus
mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya. Ketahanan ideologi diartikan
sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin
kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Untuk
mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan
kebenaran ideology Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta
pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. Untuk memperkuat ketahanan ideologi
perlu langkah pembinaan sebagai berikut:
1.Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.
2.Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan
agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
3.Bhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam
masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan
kesatuan wilayah.
4.Contoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat
merupakan hal yang sangat mendasar.
5.Pembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk
menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme
6.Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara
mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain
PENGARUH ASPEK POLITIK
Politik berasal dari kata politics dan atau policy yang berarti kekuasaan (pemerintahan)
atau kebijaksanaan. Politik di Indonesia:
1.DalamNegeri
Adalah
kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang mampu
menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu system
yang unsur-unsurnya:
a.StrukturPolitik
Wadah penyaluran pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat dan
sekaligus wadah dalam menjaring/pengkaderan pimpinan nasional
b.ProsesPolitik
Rangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai kepentingan politik maupun
kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan
kepemimpinan yang akhirnya terselenggara pemilu.
c.BudayaPolitik
Pencerminan
dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat
berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara sadar dan rasional melalui
pendidikan politik dan kegiatan politik sesuai dengan disiplinnasional.
d.KomunikasiPolitik
Hubungan
timbal balik antar berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sumber pimpinan-pimpinan nasional.
2.LuarNegeri
Salah
satu sasaran pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa.
Landasan Politik Luar Negeri adalah
Pembukaan UUD ’45, melaksanakan ketertiban dunia, berdasar kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan
kemanusiaan dan keadilan. Politik Luar Negeri Indonesia adalah bebas dan aktif.
Bebas misalnya Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada
dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif misalnya Indonesia dalam
percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi
berperan atas dasar cita-citanya. Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik
diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45. Ketahanan
pada aspek politik dalam negeri = Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum,
mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan
nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. Ketahanan pada
aspek politik luar negeri adalah meningkatkan kerjasama internasional yang
saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama
dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan,
perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan
seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara
industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan
diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan
PENGARUH ASPEK EKONOMI
Perekonomian:
1.Aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi
masyarakat meliputi: produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang jasa
2.Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun
kelompok, serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk
memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan
memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan. Sistem
perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka
terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, sebaliknya sistem perekonomian sosialis
dengan sifat perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah kurang peka terhadap
pengaruh-pengaruh dari luar. Perekonomian Indonesiayang terdapat dalam Pasal 33 UUD ‘45
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai
hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan
untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal
monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian
Indonesia dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Wujud ketahanan
ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan
menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan
mewujudkan kemampuan rakyat. Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu
pertahanan terhadap berbagai hal yang menunjang, antara lain:
1.Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang
adil dan merata.
2.EkonomiKerakyatanMenghindari:
a. Sistem free fight liberalism: Menguntungkan pelaku ekonomi yang kuat.
b. Sistem Etastisme: Mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
c. Monopoli: Merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
3.Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor pertanian,
perindustrian dan jasa.
4.Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama dibawah pengawasan
anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
5.Pemerataan pembangunan.
6.Kemampuan bersaing.
PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA
Sosial
adalah Pergaulan hidup manusia dalam
bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan,
solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Budaya adalah Sistem nilai yang merupakan hasil hubungan
manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama
serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam,
lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah. Dalam setiap kebudayaan daerah
terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local
genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk
menetralisir pengaruh negatif budaya asing. Kebudayaan nasional merupakan hasil
(resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya
asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa.
Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan
dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya. Kebudayaan nasional merupakan
identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah
manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar:
1.Religius
2.Kekeluargaan
3.Hidup seba selaras
4.Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya
tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian
nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan
sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera
dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan
menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
PENGARUH ASPEK HANKAM
Pertahanan
Keamanan Indonesia adalah Kesemestaan
daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan
negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan
bangsa dan negara RI. Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan
menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan
masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan
terkoordinasi. Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan
salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri
sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka
mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang
dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan
memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis,
mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan
negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Postur kekuatan pertahanan keamanan
mencakup:
1.Struktur kekuatan
2.Tingkat kemampuan
3.Gelar kekuatan
Untuk membangun postur kekuatan pertahanan keamanan melalui empat pendekatan:
1.Ancaman
2.Misi
3.Kewilayahan
4.Politik
Pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari luar dan menjadi tanggung
jawab TNI. Keamanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri dan
menjadi tanggung jawab Polri. TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah
keamanan apabila diminta atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi
ancaman yang meningkat ke keadaan darurat. Secara geografis ancaman dari luar
akan menggunakan wilayah laut dan udara untuk memasuki wilayah Indonesia
(initial point). Oleh karena itu pembangunan postur kekuatan pertahanan
keamanan masa depan perlu diarahkan kepada pembangunan kekuatan pertahanan
keamanan secara proporsional dan seimbang antara unsur-unsur utama.. Dan unsur
utama Keamanan adalah Polri. Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak
menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan
alasan-alasan:
·
Menegakkan
HAM.
·
Demokrasi.
·
Penegakan
hukum.
·
Lingkungan
hidup.
Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan
keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan
pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu adalah untuk melindungi diri
sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi (standing armed forces):
1.
Perlawanan
bersenjata misalnya Polri, Ratih (rakyat
terlatih) sebagai fungsi perlawanan rakyat.
2.
Perlawanan
tidak bersenjata misalnya Ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS.
3.
Komponen
pendukung misalnya Sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan
masyarakat terhadap bencana perang.
Ketahanan pada Aspek Pertahanan Keamanan
1. Mewujudkan
kesiapsiagaan dan upaya bela negara melalui penyelenggaraan SISKAMNAS.
2.
Indonesia
adalah bangsa cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
3.
Pembangunan
pertahanan keamanan ditujukan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas
keamanan.
4.
Potensi
nasional dan hasil-hasil pembangunan harus dilindungi.
5.
Mampu
membuat perlengkapan dan peralatan pertahanan keamanan.
6.
Pembangunan
dan penggunaan kekuatan pertahanan keamanan diselenggarakan oleh
manusia-manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM,
menghayati nilai perang dan damai.
7.
TNI
sebagai tentara rakyat, tentara pejuang berpedoman pada Sapta Marga.
8.
Polri
sebagai kekuatan inti KAMTIBMAS berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya.
sumber:
http://jaenal-abidinbin.blogspot.co.id/2012/06/aspek-aspek-ketahanan-nasional.html